Teater Ekologi Dari Pohon Jambu

Share!

DSCF2401Sebanyak 28 anak melakukan latihan teater dengan berpijak pada ekologi. Tradisi metode teater ekologi selalu menjadi pijakan utama di Teater Anak Studiohanafi sejak tahun 2005 yang dinisiasi oleh Adinda Luthvianti, sutradara dan penulis naskah. Kali ini, pohon jambu biji di pelataran halaman Studiohanafi menjadi subjek utama.

DSCF2373

Pada hari minggu (19/2/17) sesi latihan di mulai dengan latihan tari nusantara dari tari Betawi, tari tifa dan tari Saman Aceh oleh Ibu Lies untuk mematangkan motorik anak. Selanjutnya, berhubung ibu Adinda bertugas ke Makassar. Fasilitator latihan teater digantikan oleh Kak Milli dan Kak Selvi yang menjelaskan tentang morfologi pohon jambu biji. Bagaimana fungsi akar, batang, daun, bunga dan biji di jambu biji? Selanjutnya, bagaimana hewan di sekitar pohon jambu biji ini bisa hidup bahkan tergantung dengan pohon jambu biji. Mengapa ulat memakan daunnya? dan bagaimana manfaat pohon jambu untuk manusia.

DSCF2415

Para anak-anak dengan riang dan percaya diri turut memberikan suara. Akar sebagai tempat menyimpan air dan tanaman, batang untuk penyangga dan transportasi makanan ke seluruh badan pohon. Daun dengan proses fotosintensis, selain berguna untuk mengobati diare dan berbagai penyakit di musim hujan. Dan buah jambu mengandung vitamin C tinggi untuk ketahanan tubuh.

Usai mengetahui penjelasan morfologi pohon jambu yang dijelaskan secara runut, anak-anak dibagi dalam tiga kelompok untuk membuat satu adegan teater yang berdasarkan kehidupan pohon jambu. Mereka berlatih selama satu jam dan serius menggarap adegan dengan imajinasi dan kreativitas.

DSCF2419

Kelompok pertama ¬†menampilkan “Pohon jambu dan manusia”. Mereka merawat pohon jambu dan menghidupkan kembali setelah pohon jambu runtuh karena angin. “Jangan berhenti untuk tumbuh” ucap salah satu anak menutup adegan. Kelompok kedua, juga berbicara tentang keruntuhan pohon jambu oleh angin namun disajikan dengan lebih dinamis dengan tari dan nyanyian. Sedangkan kelompok ketiga melibatkan tokoh buah jambu dan ulat sebagai adegan penutup.

DSCF2406

Dengan pembelajaran teater ekologi, mereka terlihat lebih bebas dalam mengimajinasikan ide. Sekaligus dengan percaya diri menyatukan tarian dan nyanyian meski dalam satu adegan teater. (RSA)

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *