Seniman Rob Pearce Rayakan Energi Jakarta (Media Indonesia)

Share!

Seniman Rob Pearce Rayakan Energi Jakarta

Penulis: TosianiPada: Kamis, 02 Mei 2019, 16:42 WIB WEEKEND

Tosiani
Perupa Rob Pearce membakar karyanya yang berjudul Pohon yang Jatuh dari Pohon.

 

Seniman Rob Pearce memamerkan sejumlah karyanya di Galeri Kertas Studio Hanafi, Jalan Kampung Parung Bingung, Depok. Pameran lukisan bertema It’s All About Story : Past, Present, Future itu dibuka Rabu (1/5) dan akan berlangsung hingga 30 Mei mendatang.

Pameran dibuka dengan atraksi Rob membakar lukisan berjudul Pohon yang Jatuh dari Pohon. Dari pengakuan Rob, lukisan yang dibakar itu merupakan karya orisinal, tapi dibuat dengan lem Fox yang tidak terlalu awet. Sebagai gantinya, Rob telah memajang foto lukisan yang sama di galeri.

“Lukisan pohon yang jatuh dari pohon dibuat dari fotokopi buku Babad Tanah Jawi dan The Religion of Java. Itu orisinal tapi dilekatkan dengan lem Fox atau memakai kar material yang tidak tahan lama, sehingga dibakari. Lukisan lainnya yang ada disini pakai lem kusus kertas jadi lebih tahan lama,” tutur seniman asal Inggris yang telah menetap di Jakarta itu seusai beraksi.

Sedikitnya ada 15 karya lukisan kertas milik Rob dipamerkan di galeri itu: Dia Masih Berdansa Denganku, Fragmen Kebenaran, Tanah Melayu : Di Dunia Facebook dan Instagram, Petunjuk tertinggi, Keberuntungan Cinta, Intelektual K-Pop, Teko kehormatan, Bukti cinta Cipayung, Kesayangan Paco, Lingkaran Padi, Lembaran Kelengkapan, Dia Manis Sangat Sangat Manis, Teh untuk Berdua-Gaya abangan, Apakah Kamu Begitu Mencintainya?,  dan Tutulan yang di Jakarta-Isasi di sebuah Taman Cipayung.

Rob menyebutkan pamerannya kali ini sebagai perayaan dari energi Jakarta yang ia dapatkan selama tinggal di carut-marut kota metropolitan ini. “Hampir semua inspirasi dan praktik seni dari karya ini berutang pada jalanan Jakarta. Elemen- elemen yang menginspirasi diperoleh selama beberapa tahun dengan menjelahi jalan-jalan dan jembatan, suara gaduh, tempat- tempat bising yang dipenuhi oleh debu dan asap knalpot,” ungkap Rob.

Kurator Galeri Kertas Heru Joni Putra mengatakan, pameran karya Rob Pearce sekaligus menjadi penanda penting akan komitmen Galeri Kertas untuk melahirkan karya berbasis kertas. Pameran ini merupakan yang kedua.

“Kami ingin menunjukkan model lain dalam mengolah kertas. Tahun lalu ada enam model penciptaan karya berbasis kertas, sekarang ada tujuh model. Nantinya juga akan ada regenerasi. Kami akan mengundang perupa muda untuk merepresentasikan karyanya berbasis kertas,” katanya.

Ia menilai karya-karya Rob Pearce menunjukan refleksi atas subjek manusia Jakarta. Rob menjadikan Jakarta sebagai guru estetisnya.

John H McGlynn dari Yayasan Lontar dalam kesempatan itu turut mengucapkan selamat hari buruh. Ia berpendapat, semua manusia pada dasarnya adalah buruh. Tapi ada manusia istimewa yang punya kreativitas dengan menciptakan ide. Ada pula manusia yang lebih istimewa lagi yang bisa mentransformasikan idenya pada kesenian. Tapi semua itu dapat terwujud hanya dengan kerja.

“Semua hal ini adalah hasil kerja. Rob hasil karyanya bagus. Tapi tanpa kerja tidak ada hasil karya yang dipamerkan di sini. Saya ingin mengajak penonton bergaul dengan karya Rob, melihat ketekunannya. Akan ada rasa terimakasih untuk orang yang begitu kreatif menyajikan karya keseniannya pada kita semua,” ujar John.

Penyanyi Oppie Andaresta juga turut memeriahkan acara pembukaan pameran dengan membawakan lagu-lagu yang digubah dari puisi Joko Pinurbo. Ada delapan lagu yang dibuat Oppie dari puisi-puisi karya Joko Pinurbo. (M-2)

/ Ulasan

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *