[Press Release]Operasi Seni Dalam Platform Berpikir 7 Perupa

Share!

Depok, 15 Januari 2019– Pada 15-30 Desember 2018. Sebanyak 7 perupa mengikuti “Paralaksis Institut” Institut Seni dan Rekacipta yang diampu oleh Cecil Mariani, perupa dan design grafis yang telah berpameran sebelumnya. Dalam Paralaksis Institut, Cecil berbagi metode riset, design fiction, menggambar bersama, hingga sharing gagasan bersama publik.

Hasil berpikir bersama 7 perupa dalam Paralaksis Institut diwujudkan dalam pameran bersama yang disepakati berjudul “Operasi”.  Ketujuh perupa muda yang akan berpameran  antara lain: Cadrilla Bareno, David Muhamad Bakti, Dzikra Afifah, Haiza Putti Chaerunnisa, Muhammad Fahrizal Rizki, Ridwan Maulana dan Shafaat Rouzel Waworuntu Saad

Terdapat kaitan erat antara pameran “paralaks fiksi” Cecil Mariani menuju pameran “Operasi”. Cecil dan para perupa mencoba membedah fiksi-fiksi sebagai operating system termasuk dalam sebuah pameran.

“ Pameran adalah sebuah mesin yang beroperasi berlapis. Ia hasil operasi-operasi berbentuk operasi lain dari tatanan operasi (operating system) realitas sosialnya, fisik, logistik hingga operasi-operasi non-material dan imajiner. Ia beroperasi di atas program operasi sosial lain; keseharian, komunitas seni, pendidikan, tatanan masyarakat serta ragam sistem-sistem kepercayaan internal maupun kolektif sekaligus berpotensi mereka-ulang dan menginterupsi kembali sistem-sistem operasi bawaan di mana pameran atau kode-kode dan sinyal gagasan itu sendiri beroperasi” tutur Cecil dalam pengantar pameran.

Lebih lanjut, Cecil memaparkan konsep berpikir dari ketujuh perupa yang mengikuti Paralaksis Institut.

“Operasi Rizal Batubara: Retorika kuasa, Rouzel Waworuntu: Subyektifitas, Dzikra Afifah: teka-teki memori, Cadrilla Bareno: Kerja reproduktif berkarya, Ridwan Maulana: pangkas Identitas, David Bakti: Reka realitas atas tubuh juga Haiza P Chaerunnisa: Bias persepsi dan komunikasi,  adalah ragam operasi yang mengganjal dan mendorong jelajah 7 perupa kali ini. Ke tujuh operasi ini juga yang mereka tawarkan untuk bagikan dan kita inter-operasikan bersama-sama dalam mengalami pameran mereka.

Paralaks Fiksi

Paralaks Fiksi

Heru Joni Putra, kurator galerikertas mencoba meneroka dalam kaitannya dengan tema pameran, bahwa bahasa sebagai salah satu instrumen yang digunakan manusia untuk menciptakan representasi dari realitas. Pameran Operasi dari tujuh perupa ini pada satu sisi menunjukkan bagaimana “watak politis” dari Bahasa itu sendiri: Bahasa dipandang tak sekedar sebagai semesta pengaturan penanda-petanda belaka ataupun sekedar alat komunikasi antar manusia.

“Dalam konteks itulah, pameran Operasi ini tampak seperti Bahasa yang sedang membahas dirinya sendiri, Bahasa tentang Bahasa, atau Bahasa yang mengedepankan self conscious dalam dirinya” ungkap Heru.

Pameran Operasi akan berlangsung selama 10 hari, 20-30 Januari 2019. Pembukaan pameran akan berlangsung pada Minggu, 30 Januari 2019 dan akan menampilkan grup musik indie asal Depok, Elegi. Selanjutnya, diskusi pameran “Operasi” bersama Cecil Mariani  dan ketujuh perupa pada Minggu, 27 Januari 2019 pukul 16.00-18.00 WIB.


“Operasi”

Pembukaan
Minggu, 20 Januari 2019 | Pkl 19.30 WIB
Dibuka oleh:
Cecil Mariani, Perupa & Design Grafis

Penampil Musik:  
Elegi

Program Publik:
Diskusi pameran Operasi bersama Cecil Mariani
Minggu, 27 Januari 2019 | Pkl. 16.00-18.00 WIB
di Galerikertas Studiohanafi
Jl. Raya Cinere, Gang Manggis No. 72
Kp. Parung Bingung Kec. Pancoran Mas Kab. Depok – Jabar

FREE & terbuka untuk umum

Info lebih lanjut, silakan hubungi:
Selvi Agnesia // Art management studiohanafi
Telp. +62857 2194 1986 | e-mail: kontakgalerikertas@gmail.com atau studio.hanafi72@gmail.com 
Website: www.studiohanafi.com
IG: @galerikertas_art | FB: @Galerikertas
/ Galerikertas, Ulasan

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *