Press Release Festival Sketsa Indonesia SKETSA FORIA URBAN

Press Release Festival Sketsa Indonesia SKETSA FORIA URBAN

Share!

Festival Sketsa Indonesia

“SKETSA FORIA URBAN”

12 September 12 Oktober 2019

 

Galeri Nasional Indonesia-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan- menggelar  Festival

Sketsa Indonesia “SKETSAFORIA URBAN”, pada 12 September – 12 Oktober 2019. Festival

Ini diinisiasi dan diselenggarakan oleh Galeri Nasional Indonesia serta didukung oleh Museum

Seni Rupa dan keramik-UP Museum Seni, Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin, KamiSketsa

GalNas Indonesia’s Sketchers, Urban Sketchers Indonesia, Bogor Sketchers, Sketchwalker

Sketchaholic, Sketch or Wasted. Deskovsketchers, Semarang Sketchwalk, Roedi Art Space,

Dewan Kesenian Bekasi, Asosiasi Olah Raga Sketsa Indonesia (AORSI),  dan Sketching

Changchun for All.

 

Sebelumnya, Galeri Nasional Indonesia pernah menggelar kegiatan serupa, yaitu Pameran

Hasil Workshop KamiSketsa GalNas pada 14-21 Desember 2017. Pameran tersebut

menampilkan karya-karya sketsa yang dibuat oleh para peserta Workshop Kamisketsa

GalNas sebuah program edukasi Galeri Nasional Indonesia khususnya di bidang sketsa yang

dilaksanakan setiap hari Kamis. Pada tahun berikutnya, Galeri Nasional Indonesia

menyelenggarakan Pameran Sketsa “[Re]kreasi Garis” pada 4-16 September 2018. Pameran

ini menampilkan karya-karya sketsa hasil seleksi undangan terbuka (open call), yang diikuti

oleh para skechers se-Indonesia, juga karya-karya para seniman yang diundang secara

khusus.

 

Selanjutnya, kegiatan serupa digelar kembali pada 12 September-12 Oktober 2019 dengan

cakupan yang lebih luas, baik dalam hal konsep gagasan, keikutsertaan peserta, maupun

jangkauan kewilayahan. Gelaran ini adalah Festival Sketsa Indonesia dengan tajuk

“SKETSAFORIA URBAN”. Festival ini melibatkan dua lembaga budaya, 13 komunitas sketsa,

dan skechers yang berada di Indonesia dan mancanegara (Tiongkok). “SKETSAFORIA URBAN”

dirayakan dalam kemeriahan kegiatan di sebelas kota, antara lain Medan, Jakarta, Bandung,

Yogyakarta, Semarang, Solo, Pontianak, Makassar, Samarinda, Manado, Tiongkok, dengan

Galeri Nasional Indonesia sebagai simpul perayaan. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi

pameran, workshop, diskusi, sarasehan, tur, travel sketch, sketsa bersama, dan performance

(battle sketch).

 

Khusus untuk pameran di Galeri Nasional Indonesia, ditampilkan 12 arsip dan 616 karya

sketsa beragam medium dari 122 pembuat sketsa (sketchers), lembaga, dan komunitas

penggerak sketsa terkini. Dari jumlah tersebut, 76 karya dan 76 sketchers di antaranya

merupakan yang lolos seleksi aplikasi terbuka dari 411 karya, 256 calon peserta, dari 17

provinsi di Indonesia. Sedangkan 140 karya dan 34 skechers di antaranya merupakan

undangan yang dipilih berdasarkan pertimbangan kuratorial. 400 karya di antaranya dari dua

lembaga dan sepuluh komunitas sketsa di Indonesia (daftar peserta terlampir). Selain

pameran, disajikan serangkaian program publik yang mengundang partisipasi publik (daftar

program terlampir)

 

Dikutip dari tulisan kuratorial oleh Kurator Festival: Bambang Bujono, Beng Rahadian dan

Teguh Margono sketsa urban merupakan hasil kegiatan bersama, ramai-rama,i di suatu

tempat, menyeket apa saja yang dilihat dan disukai Lalu, mereka mengunggahnya ke media

sosial. Kegiatan ini pun menular secara global Galeri Nasional Indonesia membawa sketsa

dari dunia maya ke kenyataan sehari-hari, dari pameran di Instagram dan Facebook ke ruang

pameran nyata berbatas dinding.

 

Pameran ini hendak mencatat, sketsa yang disarankan di masa Keimin Bunka Sidhoso, dan

ramai dipublikasikan di majalah-majalah kebudayaan di masa 50-60-an, dan kemudian surut,

ternyata masih diwajibkan sebagai tugas di perguruan tinggi seni rupa (maka ada yang

menyebut sebagai “sketsa akademis”), dan lalu pada dasawarsa pertama tahun milenial

sketsa mengemuka lagi berkat media sosial: jadi, seberapa beragam garis dan warna itu

sekarang ini? Adakah nuansa-nuansa di antara sketsa-sketsa itu, yang membedakan zaman,

membedakan persepsi, membedakan proses kreatif?

 

Yang tak boleh dilupakan adalah semangat just for fun Tidakkah fun semacam pelumas

dalam hidup, membuat semuanya berjalan mulus? Karena itu acara ini disebut festival-di

samping pameran ada berbagai kegiatan berkaitan dengan sketsa, melibatkan pengunjung

 

Melalui festival ini, Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto berharap dapat terjalin

komunikasi dan interaksi yang lebih dekat dan intens antara Galeri Nasional Indonesia

sebagai lembaga budaya negara dengan lembaga budaya lainnya serta komunitas-komunitas

sketsa, baik di Indonesia maupun mancanegara. Hal tersebut diharapkan mampu

menciptakan kerjasama yang berkelanjutan dan memunculkan kegiatan serta aktivitas baru

yang mendukung upaya untuk mewadahi dan mengedukasi masyarakat terutama generasi

muda, serta mengembangkan dan memajukan sketsa Indonesia.

 

“Semoga festival ini dapat memberikan pengalaman estetik yang menyenangkan,

memberikan inspirasi dan motivasi berkarya, serta mendorong kemajuan perkembangan

sketsa di Indonesia. Juga diharapkan para skechers dapat semakin mengukuhkan

eksistensinya melalui festival ini, serta adanya alih generasi sehingga para generasi muda

Indonesia dapat meneruskan keberlangsungan sketsa sebagai media berkarya serta pencatat

peristiwa, termasuk penggambaran kondisi sosial, ekonomi, politik, dan bidang lainnya yang

memuat representasi penanda zaman,” papar Pustanto.

 

Festival Sketsa Indonesia

“SKETSAFORIA URBAN”

12 September 12 Oktober 2019

 

DISELENGGARAKAN OLEH

Galeri Nasional Indonesia

Direktorat Jenderal Kebudayaan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

 

DIDUKUNG OLEH

1 Museum Seni Rupa dan Keramik, Unit Pengelola Museum Seni

2Pusat Dokumentasi Sastra H.B. jassin

3KamiSketsa GalNas

4Indonesia’s Sketchers

5Urban Sketchers Indonesia

6 Bogar Skechers

7 Sketchwalker

8 Sketchaholic

9 Sketch or Wasted

  1. Deskovsketchers

11 Semarang Sketchwalk

  1. Roedi Art Space
  2. Dewan Kesenian Bekasi
  3. Asosiasi Olahraga Sketsa Indonesia (AORSI)
  4. Sketching Changchun for All

 

KURATOR

Bambang Bujono | Beng Rahadian Teguh Margono

 

Program Festival

  1. Pameran
  2. Workshop

3 Diskusi

4 Sarasehan

5 Tur

6 Travel sketch

7 Sketsa bersama

  1. Performance (battle sketch)

*Jadwal lengkap terlampir

 

TEMPAT FESTIVAL

  • Kegiatan utama di Galeri Nasional Indonesia.
  • Kegiatan sebagai rangkaian festival di 11 kota:

Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Solo, Pontianak, Makassar, Samarinda, Manado, dan Tiongkok.

/ Hanafi

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *