[Press Release] Energi Jakarta dalam Pameran Rob Pearce

Share!

Depok, 23 April 2019 – Galerikertas studiohanafi menghadirkan pameran tunggal Rob Pearce It’s All About Story: Past, Present, Future. Pameran yang akan berlangsung sepanjang 1-30 Mei 2019 ini merupakan pameran pembuka untuk rentetan program selanjutnya di tahun 2019 ini.

Rob merupakan seniman asal UK yang telah berdomisili di Jakarta. Ia pertama kali datang ke Jakarta sejak tahun 1970-an hingga akhirnya menetap pada tahun 1990-an. Rob awalnya bergelut di bidang fotografi dokumenter hingga akhirnya berkarya di seni rupa murni.

Rob menyebutkan pameran It’s All About Story: Past, Present, Future sebagai perayaan. Sebuah perayaan dari energi Jakarta yang ia dapatkan selama tinggal di carut-marut kota metropolitan ini.

“Hampir semua inspirasi dan praktik seni dari karya ini berhutang pada jalanan Jakarta. Elemen- elemen yang menginspirasi diperoleh selama beberapa tahun dengan menjelahi jalan-jalan dan jembatan, suara gaduh, tempat- tempat bising yang dipenuhi oleh debu dan asap knalpot” ungkap Rob Pearce.

Pembukaan pameran It’s All About Story: Past, Present, Future akan dimulai pada Rabu, 1 Mei 2019, pukul 19.00 WIB-selesai. Pameran akan dibuka oleh John McGlynn, pendiri Yayasan Lontar. Selain itu, pameran turut diramaikan oleh pertunjukan music dari Oppie Andaresta bersama Windy Setiadi, Chiko, dan Arman Chaniago. Mereka akan menyanyikan puisi Joko Pinurbo “Baju Bulan”.

Menurut John, karya Robert Pearce yang ditampilkan kali ini adalah karya-karya fotografis sederhana yang dia kerjakan selama beberapa dekade sebelum ini hingga karya- karya artistik yang luar biasa kompleks dan sangat bergairah. “Setiap elemen sesungguhnya adalah “sebuah cerita”, seperti layaknya sebuah dongeng, ia dibuat untuk dipelajari, dipahami dan memperkaya mental pembacanya” ungkap Jhon McGlynn.

Selain pameran, Rob bersama galerikertas studiohanafi melangsungkan empat agenda pameran yang berlangsung sepanjang Mei 2019, di antaranya: diskusi presentasi perupa muda bersama Rob Pearce, diskusi publik pameran Rob pearce bersama Douglas Ramage Ph.D, Hanafi, Heru Joni Putra dan Ika Kusumawardhani. Lalu sharing kolaborasi para pemusik dari Depok yang memiliki genre musik yang berbeda yaitu Lawe Samagaha, Elegi dan Dipo. Mereka akan berkolaborasi untuk menciptakan karya baru dan terakhir, workshop kertas perupa muda bersama Rob Pearce.

Berbicara tentang teknik penciptaan dan material karya, Heru Joni Putra sebagai kurator in house galerikertas mengungkapkan bahwa material utama karya Rob Pearce adalah buku-buku yang sudah dibacanya. Selayaknya memasang kanvas pada spanram, lembar demi lembar halaman buku itu dicopot dan ditempelkan sampai pada ketebalan tertentu pada spanram. Setelah itu, kertas-kertas buku tersebut ditempeli dengan variasi atau pengolahan sederhana atas kertas warna yang biasa dipakai dalam ritual sembahyang warga Tionghoa.

Dengan demikian, menurut Heru, pameran ini menjadi penanda penting bahwa usaha untuk menemukan modus penciptaan karya kertas lainnya masih terus akan terus dilakukan galerikertas.

Sepanjang tahun 2019 ini, galerikertas studiohanafi mengusung tagline Let’s Fill This Town With Artist. Tema ini diwujudkan dengan program-program galerikertas yang ditandai dengan pembukaan pameran Rob Pearce.

“Dari pameran pembuka ini sampai ke pameran penutup di penghujung tahun nanti, Galerikertas terus mencari kait dan simpul antar berbagai karya kertas agar salah satu wilayah penciptaan yang tidak terlalu populer dalam seni rupa kita ini tidak berujung pada keterputusan” jelas Heru.

Tentang Galerikertas
Galerikertas merupakan ruang pameran untuk karya seni visual dan seni rupa yang menggunakan kertas, baik sebagai media, material, atau apapun kemungkinan penciptaan lainnya. Maka, karya-karya yang bisa dihadirkan di galerikertas mulai dari sketsa, desain komunikasi visual, rancang bangunan, bahkan komposisi not musik, sampul buku, hingga karya tiga dimensi serupa instalasi, patung, topeng, serta segala kemungkinan penciptaan seni visual dan seni rupa yang menggunakan kertas.
Galerikertas tak hendak berdiri di atas isu dikotomis seperti itu, melainkan mencoba mengambil peranan lain yang lebih kompleks melalui jalur dunia seni visual dan seni rupa. Sebagai contoh, dalam arena seni rupa kita, karya-karya yang dibuat di atas kertas cenderung dipandang sebagai karya uji coba sebelum masuk ke kanvas. Sketsa di atas kertas, misalnya, seakan-akan tak lebih berguna dari tumpukan kertas lain yang menunggu hari untuk digunakan dengan berbeda; ia seakan hanya tempat menumpang gagasan sementara sebelum kanvas menerima gagasan tersebut sebagai karya yang diperhitungkan. Sesungguhnya, karya di atas kertas seperti sketsa, sangat pantas diposisikan sebagai karya utuh tanpa harus dianggap sebagai versi “uji coba” dari karya kanvas.
It’s All About Story Past. Present. Future
Rob Pearce
1-30 Mei 2019

Pembukaan
Rabu, 1 Mei 2019 | Pkl. 16.00 WIB
Galerikertas-Studiohanafi
Jl. Raya Cinere. Gang Manggis No. 72
Kp. Parung Bingung Kel. Rangkapan Jaya Baru – Depok

Dibuka oleh:
John McGlynn, Pendiri Yayasan Lontar

Musik:
Oppie Andaresta feat Windy Setiadi, Chiko, Arman Chaniago
Menyanyikan puisi Joko Pinurbo “Baju Bulan”

Diskusi dan Presentasi Karya Perupa Muda Bersama Rob Pearce
Jumat, 3 Mei 2019 | pkl. 16.00 WIB

Diskusi public pameran Rob Pearce bersama Douglas Ramage Ph.D, Hanafi, Heru Joni Putra & Ika Kusumawardani
Kamis, 9 Mei 2019 } Pkl. 16.00-18.00 WIB

Sharing kolaborasi musik Lawe Samagaha, Elegi dan Dipo
Jumat, 10 Mei 2019 | pkl. 16.00 WIB

Workshop kertas perupa muda bersama Rob Pearce
11- 15 Mei 2019

Narahubung:
Selvi Agnesia
+62857 2194 1986

Website: www.studiohanafi.com Facebook: Galerikertas IG: galerikertas_art E-mail: kontakgalerikertas@gmail.com

Info lebih lanjut, silakan hubungi:
Selvi Agnesia
Art management studiohanafi
Telp. +62857 2194 1986 | e-mail: kontakgalerikertas@gmail.com atau studio.hanafi72@gmail.com
Website: www.studiohanafi.com
IG: @galerikertas_art | FB: @Galerikertas

Press Release
Energi Jakarta dalam Pameran Rob Pearce

Depok, 23 April 2019 – Galerikertas studiohanafi menghadirkan pameran tunggal Rob Pearce It’s All About Story: Past, Present, Future. Pameran yang akan berlangsung sepanjang 1-30 Mei 2019 ini merupakan pameran pembuka untuk rentetan program selanjutnya di tahun 2019 ini.

Rob merupakan seniman asal UK yang telah berdomisili di Jakarta. Ia pertama kali datang ke Jakarta sejak tahun 1970-an hingga akhirnya menetap pada tahun 1990-an. Rob awalnya bergelut di bidang fotografi dokumenter hingga akhirnya berkarya di seni rupa murni.

Rob menyebutkan pameran It’s All About Story: Past, Present, Future sebagai perayaan. Sebuah perayaan dari energi Jakarta yang ia dapatkan selama tinggal di carut-marut kota metropolitan ini.

“Hampir semua inspirasi dan praktik seni dari karya ini berhutang pada jalanan Jakarta. Elemen- elemen yang menginspirasi diperoleh selama beberapa tahun dengan menjelahi jalan-jalan dan jembatan, suara gaduh, tempat- tempat bising yang dipenuhi oleh debu dan asap knalpot” ungkap Rob Pearce.

Pembukaan pameran It’s All About Story: Past, Present, Future akan dimulai pada Rabu, 1 Mei 2019, pukul 19.00 WIB-selesai. Pameran akan dibuka oleh John McGlynn, pendiri Yayasan Lontar. Selain itu, pameran turut diramaikan oleh pertunjukan music dari Oppie Andaresta bersama Windy Setiadi, Chiko, dan Arman Chaniago. Mereka akan menyanyikan puisi Joko Pinurbo “Baju Bulan”.

Menurut John, karya Robert Pearce yang ditampilkan kali ini adalah karya-karya fotografis sederhana yang dia kerjakan selama beberapa dekade sebelum ini hingga karya- karya artistik yang luar biasa kompleks dan sangat bergairah. “Setiap elemen sesungguhnya adalah “sebuah cerita”, seperti layaknya sebuah dongeng, ia dibuat untuk dipelajari, dipahami dan memperkaya mental pembacanya” ungkap Jhon McGlynn.

Selain pameran, Rob bersama galerikertas studiohanafi melangsungkan empat agenda pameran yang berlangsung sepanjang Mei 2019, di antaranya: diskusi presentasi perupa muda bersama Rob Pearce, diskusi publik pameran Rob pearce bersama Douglas Ramage Ph.D, Hanafi, Heru Joni Putra dan Ika Kusumawardhani. Lalu sharing kolaborasi para pemusik dari Depok yang memiliki genre musik yang berbeda yaitu Lawe Samagaha, Elegi dan Dipo. Mereka akan berkolaborasi untuk menciptakan karya baru dan terakhir, workshop kertas perupa muda bersama Rob Pearce.

Berbicara tentang teknik penciptaan dan material karya, Heru Joni Putra sebagai kurator in house galerikertas mengungkapkan bahwa material utama karya Rob Pearce adalah buku-buku yang sudah dibacanya. Selayaknya memasang kanvas pada spanram, lembar demi lembar halaman buku itu dicopot dan ditempelkan sampai pada ketebalan tertentu pada spanram. Setelah itu, kertas-kertas buku tersebut ditempeli dengan variasi atau pengolahan sederhana atas kertas warna yang biasa dipakai dalam ritual sembahyang warga Tionghoa.

Dengan demikian, menurut Heru, pameran ini menjadi penanda penting bahwa usaha untuk menemukan modus penciptaan karya kertas lainnya masih terus akan terus dilakukan galerikertas.

Sepanjang tahun 2019 ini, galerikertas studiohanafi mengusung tagline Let’s Fill This Town With Artist. Tema ini diwujudkan dengan program-program galerikertas yang ditandai dengan pembukaan pameran Rob Pearce.

“Dari pameran pembuka ini sampai ke pameran penutup di penghujung tahun nanti, Galerikertas terus mencari kait dan simpul antar berbagai karya kertas agar salah satu wilayah penciptaan yang tidak terlalu populer dalam seni rupa kita ini tidak berujung pada keterputusan” jelas Heru.

Tentang Galerikertas
Galerikertas merupakan ruang pameran untuk karya seni visual dan seni rupa yang menggunakan kertas, baik sebagai media, material, atau apapun kemungkinan penciptaan lainnya. Maka, karya-karya yang bisa dihadirkan di galerikertas mulai dari sketsa, desain komunikasi visual, rancang bangunan, bahkan komposisi not musik, sampul buku, hingga karya tiga dimensi serupa instalasi, patung, topeng, serta segala kemungkinan penciptaan seni visual dan seni rupa yang menggunakan kertas.
Galerikertas tak hendak berdiri di atas isu dikotomis seperti itu, melainkan mencoba mengambil peranan lain yang lebih kompleks melalui jalur dunia seni visual dan seni rupa. Sebagai contoh, dalam arena seni rupa kita, karya-karya yang dibuat di atas kertas cenderung dipandang sebagai karya uji coba sebelum masuk ke kanvas. Sketsa di atas kertas, misalnya, seakan-akan tak lebih berguna dari tumpukan kertas lain yang menunggu hari untuk digunakan dengan berbeda; ia seakan hanya tempat menumpang gagasan sementara sebelum kanvas menerima gagasan tersebut sebagai karya yang diperhitungkan. Sesungguhnya, karya di atas kertas seperti sketsa, sangat pantas diposisikan sebagai karya utuh tanpa harus dianggap sebagai versi “uji coba” dari karya kanvas.
It’s All About Story Past. Present. Future
Rob Pearce
1-30 Mei 2019

Pembukaan
Rabu, 1 Mei 2019 | Pkl. 16.00 WIB
Galerikertas-Studiohanafi
Jl. Raya Cinere. Gang Manggis No. 72
Kp. Parung Bingung Kel. Rangkapan Jaya Baru – Depok

Dibuka oleh:
John McGlynn, Pendiri Yayasan Lontar

Musik:
Oppie Andaresta feat Windy Setiadi, Chiko, Arman Chaniago
Menyanyikan puisi Joko Pinurbo “Baju Bulan”

Diskusi dan Presentasi Karya Perupa Muda Bersama Rob Pearce
Jumat, 3 Mei 2019 | pkl. 16.00 WIB

Diskusi public pameran Rob Pearce bersama Douglas Ramage Ph.D, Hanafi, Heru Joni Putra & Ika Kusumawardani
Kamis, 9 Mei 2019 } Pkl. 16.00-18.00 WIB

Sharing kolaborasi musik Lawe Samagaha, Elegi dan Dipo
Jumat, 10 Mei 2019 | pkl. 16.00 WIB

Workshop kertas perupa muda bersama Rob Pearce
11- 15 Mei 2019

Narahubung:
Selvi Agnesia
+62857 2194 1986

Website: www.studiohanafi.com Facebook: Galerikertas IG: galerikertas_art E-mail: kontakgalerikertas@gmail.com

Info lebih lanjut, silakan hubungi:
Selvi Agnesia
Art management studiohanafi
Telp. +62857 2194 1986 | e-mail: kontakgalerikertas@gmail.com atau studio.hanafi72@gmail.com
Website: www.studiohanafi.com
IG: @galerikertas_art | FB: @Galerikertas

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *