Perbincangan

Share!

Catatan Pameran “BA[KER]TAS Oleh Silvy Linova

Ungkapan berisi kata-kata. Ruang dan waktu mengisinya. Ketika ruang dan waktu telah berubah bahkan isinya masih tetap sama karena kertas telah merekamnya. Tanya dan jawab berbaur pada kertas dengan garis dan warna.

Garis dan warna dalam perbincangan mampu memberi rasa yang nampak pada kertas.

Buku sebagai catatan harian. Salah satu cara agar tahu apa isi nya adalah dengan membaca apa yang ada di dalamnya. Kolase dengan objek temuan yang memiliki nilai memori di masa lalu yang di tempelkan pada sampul buku yang tak memiliki isi ini menjelaskan apa yang ada di dalamnya. Seperti seri dalam buku cerita. Dan pertanyaan ‘siapa aku? Aku.’ adalah renungan utama di setiap hari.

Rasa ingin tahu terhadap benda-benda alam menjadikan setiap hariku memperhatikannya. Daun yang menari saat jatuh. Air yang bernyanyi saat mengalir. Angin yang berputar putar dengan si asap sang kain. tanah yang membuat ramuan farfum bersama hujan. Mereka seperti teman yang selalu ada. Maka ku biarkan mereka mengisi hariku. Maka ku persembahkan ini untuk temanku.

Ibu mendikte ku waktu kecil. A i u e o. Dan kalimat beberapa orang ku tuliskan. Ku tuliskan kalimat beberapa orang karena ibu mendikte ku. Di meja lipat kokoh oleh besi. Siang itu. Ini apa? Fotokopi? Kata nya apa? Tak pernah jelas di otakku karena ibu bilang ini latihan. Banyak Z dan D. Sehabis makan siang. Aku ingat sehabis makan siang. Beberapa kertas itu kau bolak balikkan. Katanya ku hampir juara tapi saat itu aku sakit karena gerimis tetap saja ku upacara. Tapi kau bangga ya, walau aku sakit tapi bisa menyelesaikan kalimatku walau tanpa titik. Aku bau nenek saat duduk di bangku itu.

Baling-baling di bantu nenek. Saat itu aku sangat antusias. Tutorial di buku apat ku lakukan. Baru kelas satu waktu itu. Kertas warna yang tak pernah membosankan. Dua lembar. Di PR kan. Tak ada satu orangpun yang menyelesaikan itu. Ku berbagi pada nenek yang ternyata dia tahu cara membuatnya. Tapi salah satu balingku sedikit sobek. Ambil koin cetak empat bulat di kertas kedua. Lalu gunting dan tempel. Aku hanya perlu jujur dan bersunggguh sungguh.

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *