M A L

Share!

Catatan Pameran “MAL” Oleh Farhan Siki

mal berjalan sendiri dengan otoritas penuh, memutus yang berguna untuk dirinya dan melepas yang tak. mal menyisakan luka dalam berbagai rupa – akara luka. Benarkah sejak mitologi Yunani melahirkan Gaia – Dewi perwujudan dari Bumi, Ibu dari semua. Maka, luka mendapatkan wajahnya, rupa-nya? akara luka (akara, sanskrit= rupa/wajah).

 

Mungkin sebab itu, Gaia lahir setelah Khaos, kemudian Tartaros (lubang dalam), luka para dewa dewi dimulai dari lubang dalam itu. Semua tampak ganjil. Namun manusia pasca dewa dewi melanjutkannya dengan tragedi juga ironi. Tak mengherankan akara luka bisa kita temui pada banyak hal, menjadi sejarah bersama. Kadang diawali kisah personal yang diam-diam menjadi kosmis, tidak sebentar, sampai trauma, setelah dendam.

 

Barangkali itu sebabnya, kenapa Gaia membentuk Sabit dari batu api, ketika uranus menyembunyikan hal buruk di Tartaros, yang letaknya pada usus Gaia. Akara Luka menemukan wujudnya pada para Titan. serupa warna, serupa kita semua yang pandai membuat mal, menjauh, luruh, sirna, dan akara!

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *