[ LIPUTAN ] Empat Perupa Muda ‘Memburu Diri’ di Galerikertas Studiohanafi – Portal Teater

Share!

Empat Perupa Muda ‘Memburu Diri’ di Galerikertas Studiohanafi

11 Desember 2019

 

Portal Teater – Selama enam hari para perupa muda berproses bersama di Galerikertas Studiohanafi Depok, Jawa Barat, pada pertengahan bulan lalu.

Bersama seniman asal Yogyakarta yang kini menetap di Jerman, Hanura Hosea, mereka mengikuti Workshop Kertas Perupa Muda yang berlangsung sepanjang 12-17 November 2019.

Workshop itu merupakan satu rangkaian acara pameran “ALIHAN” bersama Hanura yang dibuka pada Sabtu (2/11) oleh Hanafi dan Ugeng T. Moetidjo, dua perupa senior ibukota.

Dari hasil kerja tersebut, terpilihlah empat perupa muda yang dianggap berpotensi menetaskan karya-karya yang bagus di masa depan.

Keempat perupa tersebut adalah Imas Ismail M, Faris Abulkhair, Ivan Oktavian dan Susilo Nofriadi. Mereka berasal dari tiga kota, yaitu Jakarta, Bandung dan Depok.

Karya terbaik para perupa muda ini tidak seharusnya menjadi milik pribadi yang harus tersembunyi di museum. Tapi harus dibuka agar publik pun ikut menikmati dan mengapresiasi.

Berupaya menterjemahkan gagasan itu, Galerikertas menggelar pameran bersama bertajuk “Burudiri”, yang akan menampilkan karya empat perupa muda yang telah disentuh Hanura selama berproses.

Pameran ini akan berlangsung sepanjang 14-28 Desember, sekaligus menjadi program penutup Galerikertas Studiohanafi tahun 2019.

Pameran akan dibuka oleh Hanafi selaku penggagas Galerikertas Studiohanafi dan Ugeng T. Moetidjo, perupa dan penulis. Pameran akan berlangsung pada setiap pukul 19.00 WIB-selesai.

Pameran "Buru Diri" empat perupa muda bersama seniman Hanura Hosea di Galerikertas Stduiohanafi. -Dok. studiohanafi.
Pameran “Buru Diri” empat perupa muda bersama seniman Hanura Hosea di Galerikertas Stduiohanafi. -Dok. studiohanafi.

Buru Diri

Pameran “Buru diri” berangkat dari ide untuk ‘memburu diri sendiri’ atau mengenali potensi masing-masing perupa dalam berkarya.

“Kami memulai dengan membaca bersama-sama karya-karya yang mereka presentasikan. Lewat karya-karya ini dicoba untuk membuat karya baru. Gagasan awal yang mereka bawa dijadikan dasar eksperimen untuk membuat karya-karya berikutnya” tutur Hanura dalam sebuah pernyataan tertulis.

Bagi Hanura, “buru diri” merupakan usaha khayal bahwa diri dijadikan obyek ataupun obyek-obyek. Khayalan lain tentang buru diri adalah membelah-belah subyek jadi banyak.

Peristiwa perburuan akan terjadi bila ada yang memburu dan yang diburu. Dalam konteks ini antara subyek dan obyek akan bertukar peran.

Dengan demikian diri memiliki kapasitas untuk bermain dengan dan dalam coba-coba. Jika membuat karya seni rupa dianggap sebuah eksperimen, maka salah satu kiat kerjanya adalah karya sebelumnya/lainnya diletakkan sebagai acuhan.

“Begitu harapannya. Buru diri bisa menemukan jalannya lewat karya. Karya akan berargumen terhadap pembaca, sedangkan pembaca akan memutuskan selera (sebuah kemampuan sosial), untuk suka atau tidak terhadap karya, semisal,” terangnya.

Dengan adanya proses-proses ini, kata Hanura, para perupa mencoba meletakkan buru diri tidak untuk menjinakkan, tetapi justru meliarkan kembali diri.

Hanura melihat, empat perupa tersebut mendapat kesempatan untuk bermain-main dengan eksperimen ini. Ivan dengan gagasan dusunnya yang tergusur untuk pembangunan jalan layang rel kereta api. Dimas mencoba membenturkan diri pada komunikasi personal dengan ayahnya.

Sementara itu, Edy memakai kamera sebagai alat penoreh, dan Abul mencoba menari dengan percepatan logika digital.

“Itu sekelumit gagasan-gagasan dari hasil workshop buru diri. Sebagaimana sebuah eksperimen, hasil merupakan janji yang samar. Hasil yang mungkin pasti adalah tersesat dalam pertikaian gagasan-gagasan,” tuturnya.

Pameran ini akan turut diramaikan oleh penampilan musik dari Michael Felisianvs, musisi asal Jakarta yang baru saja memulai proyek solo tahun 2018 dengan tema #pulang.

Mike akan menyuguhkan musik bernuansa akustik dengan balutan tropical hawaiian folk dan blues, mencoba untuk berbagi kebahagiaan dan cerita-cerita kecil tentang kehidupan.

Selain pameran, Galerikertas Studiohanafi melangsungkan diskusi karya empat perupa muda pilihan Hanura pada Minggu (15/12) pukul 16.00 WIB.

Rundown Acara

buru diri
Pameran 4 Perupa Muda Pilihan Hanura Hosea
14-28 Desember 2019

Dimas Ismail M
Faris Abulkhair
Ivan Oktavian
Susilo Nofriadi

Pembukaan:
Sabtu, 14 Desember 2019 | 19.30 WIB
Galerikertas-Studiohanafi
Jl. Raya Cinere. Gang Manggis No.72 Parung Bingung-Depok

Dibuka oleh:
Ugeng T. Moetidjo
Hanafi

Musik:
Michael Felisianvs

Agenda Pameran:
Minggu, 15 Desember 2019 | Pkl.16.00 WIB
Diskusi (publik) karya 4 perupa muda pilihan Hanura Hosea

Info lebih lanjut, silakan hubungi:
Selvi Agnesia
Art management studiohanafi
Telp. +62857 2194 1986 | e-mail: kontakgalerikertas@gmail.com atau studio.hanafi72@gmail.com
Website: www.studiohanafi.com
IG: @galerikertas_art | FB: @Galerikertas

/ Artikel Galeri

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *