Ikhtiar Mengolah Karakteristik Kertas

Share!

Catatan Pameran “XYCLO” Oleh Heru Joni Putra

Pameran perupa muda pilihan Ugeng T. Moetidjo yang berjudul XYCLO merupakan pameran perupa muda yang tak kalah variatif bila dibandingkan beberapa pameran perupa muda sebelumnya di galerikertas. Tujuh perupa yang dipilih olehnya tak hanya berasal dari kelompok yang berlainan, tetapi juga menunjukkan modus penciptaan serta cara yang berbeda dalam memperlakukan kertas.

Mulai dari karya-karya sketsa yang menampilkan serbaserbi aktivitas manusia di berbagai sudut Jakarta sampai dengan modus pengolahan visual menggunakan instrumen digital. Mulai dari karya yang lahir dari suatu kehendak untuk terlibat dalam isu-isu sosial sampai ke karya yang mencoba meneruskan ataupun memperpanjang langgamlanggam visual dari seni populer di kawasan Asia Timur, dan sebagainya.

Dari berbagai corak itu pun kita bisa selanjutnya melihat bagaimana para perupa muda memperlakukan kertas. Tampak jelas, secara umumnya, mereka tidak lagi memaknai kertas sebatas medium belaka atau sekedar wadah bagi pewarna atau material lain yang mereka gunakan. Di tangan mereka, kertas pelan-pelan terasa lebih fungsional, paling tidak secara estetik. Sisi lentur, rapuh, ringan, dst. dari kertas—yang jelas berbeda signifikansinya dengan material lain–tampak diolah sedemikian rupa. Karena adanya ikhtiar untuk mendalami kertas sedemikian rupa itulah yang membuat keberadaan kertas dalam karya mereka tersebut menjadi satu pertimbangan penting dalam memaknai keseluruhan karya tersebut.

Paling tidak, para perupa muda pilihan Ugeng T. Moetidjo kali ini, sudah mencoba menggali karakteristik kertas dalam karya mereka. Tentu ini bukan capaian terakhir ataupun yang paling baik, tapi pameran ini adalah awal-mula yang pantas dilanjutkan: usaha mengolah karakteristik transparan dari kertas dengan memanfaatkan proyeksi visual yang dibuat melalui mekanisme digital, usaha untuk mengolah karakteristik ringan dari kertas dengan memanfaatkan material yang membuat karya bisa digantung dengan mudah, usaha untuk mengolah karakteristik rapuh dari kertas dengan menjadikannya potongan-potongan yang bisa dimanfaatkan menjadi semacam pemandangan atas fragmentasi, dan begitu banyak lagi yang bisa kita telisik dengan saksama di mana para pemirsa bisa menemukannya sendiri di XYCLO.

Akhir kata, kita tak bisa melepaskan segala percobaan yang dilakukan para perupa muda tersebut dari partisipasi aktif Ugeng T Moetidjo dan perupa muda. Sesuai prinsip galerikertas, mereka membangun suatu kerja yang dialogis, penuh tantangan dan tentu saja senantiasa mengasyikan. Berbagai diskusi di beberapa kali pertemuan yang tiada lelah, paling tidak, menjadi penerusan bagi watak kerja Ugeng yang lintas media. Bagaimanapun juga, ia tak hanya berlaga di tengah gelanggang seni rupa, tetapi juga partisipan aktif dalam dunia seni lain seperti seni pertunjukan, seni media, dan seterusnya. Itulah kiranya yang membuatnya sangat antusias dengan keberbagaian modus penciptaan seni yang ditawarkan para perupa muda kepadanya. Dengan beragam langgam penciptaan itulah kemudian dapat dimunculkan lebih dari satu variasi cara mengolah karakteristik kertas. Antar perupa muda pun bisa saling belajar bagaimana setiap mereka memperlakukan kertas. Sampai di sini, galerikertas mendapatkan ruhnya, sebagai tempat belajar dan berproses tiada hentinya.

 

/ Catatan Pameran

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *