ICARUS

Share!

Catatan Pameran “KODE” Oleh VickyDalam

Dalam kisahnya, Ikarus terbang melebihi batas dari yang ditentukan oleh ayahnya, Daedalus. Sebagai pembuat sayap, Daedalus memerintahkan anaknya untuk terbang tidak terlalu dekat ke laut atau terlalu dekat ke matahari, dan mengikuti jalur yang dipakai Daedalus. Namun apa daya, Ikarus tidak mematuhi perintah tersebut dan terbang mendekati matahari, untuk kemudian jatuh ke laut karena kehilangan sayapnya yang dihancurkan oleh sinar matahari. Ikarus menurutku merupakan sebuah simbol kebebasan. Kebebasan dalam artian, tidak hanya dalam perbuatan tapi juga pemikiran.

Daripada harus mengikuti standar atau status quo yang aman (yang ditawarkan oleh pihak yang lebih berpengalaman, dalam hal ini dilambangkan oleh ayahnya sendiri), Ikarus lebih memilih untuk menjalani kehidupannya dengan dituntun oleh keingintahuan dan keterpesonaannya terhadap semesta. Ia mengeksploitasi kebebasannya untuk keluar dari jalur-jalur yang membosankan, yang walaupun pada akhirnya mengancam nyawanya.

Melalui pemaknaan di atas, dapat aku katakan bahwa Galileo merupakan salah satu tokoh yang terwakili oleh Ikarus. “Kegilaannya” untuk keluar dari sistem yang diciptakan oleh gereja membawanya pada masa-masa tersulit dalam hidupnya.

Namun toh kematiannya tidak sia-sia. Begitu juga dengan Ikarus, kematiannya bukan sekedar momen dimana tubuhnya tak lagi bernafas. Melainkan pembuktian pencapaian sebuah manusia dalam menantang hal-hal yang berada di luar dirinya. Ia menetapkan batas terluar dari kemampuan manusia. Batas itulah yang seharusnya menjadi pedoman bagi manusia lainnya untuk memecahkan misteri kehidupan.

 

 

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *