Teater Anak Studiohanafi berdiri pada tahun 2005, di bulan Agustus, menjawab kegelisahan melihat perkembangan dunia pendidikan pada anak-anak.

Satu yang paling terlihat nyata oleh Studiohanafi, anak-anak kurang memiliki imajinasi. Maka, pembelajaran teater di Studio Hanafi, lebih banyak mengenalkan alam lewat narasi atau naskah tentang alam semesta. Menghidupkan alam lewat narasi perasaan dan pesan-pesan moral, agar anak-anak memahami konsep alam.

Di Studiohanafi, seluruh anak diwajibkan bisa menari tarian tradisi Indonesia, dengan jadwal rutin, hari minggu pukul 10.00 WIB. Pembelajaran menari, setelah makan siang bersama, anak-anak berlatih teater. Di sela-sela waktu kami menyediakan pelatihan musik tradisional, gamelan, yang telah berlangsung pada tahun 2012, selama 6 bulan. Setiap tahun kami mengundang kegiatan di luar tari dan teater, seperti pantomime, mendongeng dan kerajinan merajut.

Prestasi yang pernah diraih oleh Teater Anak Studiohanafi adalah:

Tahun 2013 – Juara Umum pada Festival Teater Anak di Tetaer Kecil Taman Ismail Marzuki dengan naskah “ Hujan Mencari Kali “ karya Adinda Luthvianti.

Juara pertama untuk Naskah terbaik, group terbaik, musik terbaik, artistik terbaik dan sutradara terbaik. Tahun 2014, teater anak meraih juara kedua dengan naskah “ Ilalang “ karya Adinda Luthvianti, Group Terbaik Kedua dan Artistik Terbaik

Pada perkembangannya, karena anak-anak makin besar dan tetap bertahan, maka di Studiohanafi terbentuk teater remaja dan dewasa, dengan tambahan pembelajaran, penulisan.

Seluruh kegiatan di Studiohanafi gratis hingga saat ini, semoga terus mengalir sampai jauh, jauh!

[Teater Anak] Alam Berkomunikasi dengan Berbisik

Latihan teater anak studiohanafi pada Minggu, 26 Februari 2017 di mulai dengan belajar tari Betawi, tari Tifa, tari Melayu dan tari Saman oleh Ibu Lies. Berlanjut latihan teater ekologi bersama ibu Adinda Luthvianti dengan menjadikan pohon jambu dan pohon sukun sebagai media pembelajaran. Bagaimana keduanya berkomunikasi? Pohon berkomunikasi dengan cara berbisik. Mereka membisikan setiap bagian […]

Teater Ekologi Dari Pohon Jambu

Sebanyak 28 anak melakukan latihan teater dengan berpijak pada ekologi. Tradisi metode teater ekologi selalu menjadi pijakan utama di Teater Anak Studiohanafi sejak tahun 2005 yang dinisiasi oleh Adinda Luthvianti, sutradara dan penulis naskah. Kali ini, pohon jambu biji di pelataran halaman Studiohanafi menjadi subjek utama. Pada hari minggu (19/2/17) sesi latihan di mulai dengan […]

[Menonton Teater Musikal yang Visual di Taman Ismail Marzuki”

Pengalaman menonton teater berguna untuk melatih imajinasi dan menanamkan nilai-nilai integritas dengan pendekatan seni budaya. Seperti nilai keberanian, mandiri, jujur, adil, kerja keras dan bertanggung jawab. Dalam pertunjukan “Raksasa” terkandung nilai-nilai kehidupan tersebut. Pertunjukan ini diselenggarakan oleh Jendela Ide bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan sutradara Marintan Sirait di Teater Jakarta-Taman Ismail Marzuki. Pada […]

Teater Anak Studiohanafi Ikuti Workshop Lief in Materials dengan Tim Spooner

Minggu, 27 November 2016 di Studio Tari Komunitas Salihara, berapa anak-anak Teater Studiohanafi mengikuti Workshop Lief in Materials dengan Tim Spooner. Tim Spooner adalah kelompok seniman teater dan visual dari Inggris yang telah berdiri sejak enam tahun lalu. Workshop Lief in Materials ini memperkenalkan kepada anak-anak bagaiamana proses kreatif yang dilakukan oleh Tim Sponner dimana […]

BULAN, ANGIN, DAN PEPOHONAN YANG TAK BAHAGIA

Sampul1

  Seorang anak merasa kesal dengan orang-orang yang tidak pernah lepas dari telepon pintar, termasuk kedua kakaknya. Menurut anak itu, jika kita terlalu dekat dengan telepon pintar, maka kita tidak akan pernah tahu dan tidak akan pernah mendengar suara alam, terutama suara Bulan yang merdu dan pandai bernyanyi. Telepon pintar membuat kita bodoh, karena tidak […]