Aku Dan Apa Saja.

Share!

Catatan Pameran “BA[KER]TAS Oleh Henryette Louise

Seperti biasanya di dalam tasku selalu ada kamera, buku catatan, itu buku bergaris, sket book atau bahkan buku yang tak jelas sekali pun yang penting harus ada secarik kertas. Catatan harianku yang mungkin biasa saja ini, dapat membantuku melatih konsentrasi dalam menulis walaupun sering kali salah sebab antara kerja tangan dan otak tak bisa kompak, dengan tanpa mengedit/ menghapus ketika salah menulis seperti halnya mesin ketik digital / catatan digital/ facebook/ instagram dan lainnya.

Tanpa kusadari, setelah ku buka kembali catatan harian ini semacam dongeng yang melintas di perjalanan hari-hariku dengan bertemu apa saja. Pertemuan dengan ingatan masa kecil, mimpi, iseng, gurauan atau bahkan dialog dengan debu sekali pun aku tanpa malu meletupkannya di catatan ini. Lembaran-lembaran kertas ini mampu menelanjangiku dengan begitu mudah tidak seperti halnya saat berhadapan dengan medium kanvas dan lainnya. Aku begitu bebas mencoret, menulis atau bahkan merobeknya ketika salah, senang atau pun marah…di sini rasanya intuisiku tidak berjarak lagi oleh ini dan itu, sehingga hadir dan mengalir saja jejak itu adanya. Kertas begitu lekat dan juga menakutkanku saat di usia kanak-kanak khususnya dalam hal menulis dan membaca. Hampir di setiap minggu aku mendapat hukuman dari guru sebab secarik kertas ini…namun aku lewati semua itu dengan suka cita hingga hari ini. Tanganku sering kali terganggu oleh pendengaranku, hurufhuruf sering berjalan lalu hilang dan aku kembali menghibur diriku dengan menggambar…menggambar,,,lagi,,dan lagi, toh itu juga Teks. Ayahku adalah penghibur handal bagi diriku, ketika diriku frustasi menulis dan membaca. Sejak itu Ia memberiku hadiah Kamera analog, waktu kelas 1 SMP, aku begitu menyukai memotret diriku dengan set timer. Banyak malam kuhabiskan di kamar gelap dengannya untuk mencuci dan mencetak klise/rol film pada kertas foto. Dan hari ini, sekali lagi aku tersungkur sadar…mengapa aku menyukai memotret diri sendiri hingga saat ini, dari mulai menggunakan kamera hingga sketsa/gambar diri… oh mungkin aku sedang berlatih mengenali ruang dan tubuh ini lebih dekat.

Dalam karya seri kertas kali ini aku mengambil, memilih, pijakan dari beberapa lembar halaman buku catatan harianku. Tidak semua halaman buku dapat ku pindahkan dengan mudah. Bukan atas pertimbangan penting atau tidaknya, akan tetapi lebih mempertimbangkan mampukah aku jujur ketika berpindah wadah satu ke wadah lainnya walau pun itu tetap kertas. Wadah ini akan memiliki dimensi lain ketika bertemu dengan apa saja yang berada di dekat tubuhku dengan ruang dan waktu yang berbeda.. dunia kecil dan dunia besar dapat terlipat olehnya. Semua yang datang padaku aku biarkan mereka tumbuh, aku tidak berusaha menolaknya namun malah memberi ruang yang akan membuka segala kemungkinannya. Mereka hadir tidak untuk menjadi apa yang diharapkan orang lain atau bahkan dapat mengganggu, aku kurang begitu peduli tapi.Dan aku kira setiap orang berhak mengkurasi diri mereka untuk merepresentasikannya ke dalam karyanya. Dari catatan harian yang biasa saja, akan memungkinkan menjadi yang tak terduga.

“ Kertas ini begitu kompleks, sehingga selalu ada yang robek, berlobang, kusut di sana sini..namun hal ini tidak mengurangi pandanganku terhadapnya”. Henryette Louise Selamat beraktivitas dengan penuh suka cita.

 

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *